Jumat, 22 November 2013



STRATEGI DAN METODE DALAM
TEKNOLOGI INSTRUKSIONAL

A.  Pendahuluan
Mengajar merupakan proses yang kompleks yang tidak hanya sekedar menyampaikan informasi oleh guru kepada siswa tetapi banyak hal dan kegiatan yang harus dipertimbangkan dan dilakukan.[1] Mengajar adalah suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.[2]
Untuk menciptakan situasi edukatif diperlukan penggunaan strategi dan metode pembelajaran,. Melalui penggunaan strategi dan metode pembelajaran yang tepat dapat menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan demikian, penggunaan strategi dan metode pembelajaran merupakan salah satu faktor keberhasilan belajar siswa yang harus mendapat perhatian serius oleh para guru. Di sinilah pentingnya penggunaan strategi dan metode pembelajaran dalam desain instruksional.
Makalah ini akan membahas tentang strategi dan metode dalam teknologi instruksional.

B.  Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat pemakalah rumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.      Bagaimana strategi dalam teknologi instruksional?
2.      Bagaimana metode dalam teknologi instruksional?



C.  Pembahasan
1.      Strategi dalam Teknologi Instruksional
Strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.[3] Strategi juga mempunyai arti tindakan yang terdiri atas seperangkat langkah untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan.[4]
Strategi pembelajaran memiliki beberapa aspek, yaitu:
a.    Aspek pengarahan
Aspek ini baru terlaksana dengan baik kalau ada guru berusaha memerpsiapkan pelajar ke arah pemenuhan kebutuhan perubahan-peubahan yang progresif dalam lingkungannya.
b.    Aspek motifasi
Dalam aspek ini guru hendaknya mampu mengarahkan timbulnya minat para siswa dengan mencurahkan perhatiannya kepada mereka sebagai individu dan menyesuaikan metode, bahan yang aka diajarkan atau disajikan sedemikian rupa sehingga mendorong siwa memperoleh kepuasan dan kegiatan.
c.    Aspek Perkembangan Sikap
Secara teoritis semua usaha pendidikan diarahkan untuk membantu para siswa mengembangkan segala kemampuannya sehingga sikap-sikapnya bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.
d.   Aspek teknik
Kesiapan belajar yang hasilnya diketahui pada tingkat ketetapan.
e.    Aspek pribadi
Meliputi ketajaman observsai, intelegensi dan kemampuan sosialisasinya.


Ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang meliputi hal-hal berikut:
a.       Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.
b.      Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
c.       Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar, mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menyampaikan kegiatan mengajarnya.
d.      Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistem intruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.
Dalam proses pengajaran, komponen sistem instruksional dipola dan didesain dengan perencanaan yang cermat dan matang oleh guru dengan hrapan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Di kelas guru sebagai pendidik, pembimbing, pemimpin, administrator dan sebagai fasilitator di dalam proses pembelajaran mempunyai tanggung jawab besar untuk mengantarkan anak didiknya agar menjadi manusia yang berkualitas. Konsekuensi logisnya, guru dituntut menguasai berbagi strategi dan teori yang terkait dengan pelaksanaan tugasnya.
Adapun langkah-langkah dalam strategi pembelajaran dalam teknologi instruksional meliputi:
a.       Perencanaan
Sebelum guru melaksanakn tugas mengajar di dalam kelas, kegiatn guru secara administratif harus mempersiapkan perangkat yang digunakan. Perencanaan yang dilakukan oleh guru, sebelum masuk kelas melaksanakan tugas mengajar, hal-hal yang perlu siapkan adalah:
1)      Menyiapkan bahan ajar, yang diambil dari beberapa sumber (buku-buku referensi, surat kabar, majalah dan sumber lain yang memnuat bahan ajar).
2)      Menyiapkan media, alat atau sarana yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan pengajaran.
3)      Menyiapkan perangkat administrasi pembelajaran yang berupa:
a)    Silabus.
Menyusun silabus secara lengkap yang menuat, tentang keterangan sekolah, mata pelajaran, kelas, semester, standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran, kegiatan pe,mbelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar.  
b)   Rencana Pelamsanaan Pembelajaran (RPP).
Menyusun RPP secara lengkap memuat; tentang identitas mata pelajaran, kelas. Semester, pertemuan ke, alokasi waktu, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan, materi ajar, metode, langkah-langkah, alat/media, sumber belajar dan penilaian.
c)    Menyusun Daftar Hadir.
Menyusun daftar hadir siswa yang memuat tentang, nama mata pelajaran, nama guru mapel, tahun pelajaran, kelas/program, nomor urut, nomor induk siswa, nama siswa, kolom kehdiran dan keterangan.
d)   Daftar nilai siswa.
Menyusun daftar nilai sisw yang memuat tentang, nama pelajaran, nama guru mapel, tahun ajaran, kelas, nomor urut, nomor induk siswa, nama siswa, kolom nilai (kognitif, psikomotor, afektif), nilai tengah semester, nilai alhir semester.

e)    Jurnal pertemuan tatap muka.
Menyusun jurnal pertemuan tatap muka yang menuat tentang, nama pelajaran, nama guru, tahun ajaran, semester, kelas, nomor urut, hari/tanggal pertemuan, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, metode yang digunakan, waktu, keterangan siswa yang tidak ikut, tanda tangan guru.[5]
b.      Memilih jenis strategi pembelajaran
Banyak sekali strategi dalam pembelajaran, seperti strategi belajar siswa aktif (active learning), strategi pembelajaran kooperatif (cooperative learning), strategi bermain peran (role playing), dan lain sebagainya. Guru hendaklah memahami strategi sebelum menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran agar tidak terjadi kesalahan. Kesalahan dalam memilih strategi pembelajaran akan berdampak kurang efktifnya kegiatan pembelajaran di kelas.
c.       Melakukan evaluasi/penilaian terhadap kegiatan pembelajaran
Evaluasi dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis maupun tes lisan. Evaluasi setidak-tidaknya mencakup tiga ranah pembelajaran, yaitu kognitif (pengetahuan). Afektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan). Tes yang diberikan dapat berupa tes subyektif maupun tes obyektif tergantung pada karakteristik mata pelajaran dan waktu yang tersedia. Jika siswa menunjukkan adanya peningkatan hasil evaluasi, maka penerapan strategi pembelajaran dapat dikatakan berhasil.
Strategi instruksional tidak hanya terbatas pada "kegiatan", melainkan juga termasuk di dalamnya "materi atau paket pengajaran". Suatu strategi instruksional terdiri atas semua komponen materi (paket) pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan instruksional tertentu." Komponen Strategi Instruksional Selanjutnya Dick menyebutkan adanya lima komponen strategi instruksional yakni: (1) Kegiatan instruksional pendahuluan, (2) Penyampaian informasi, (3) Partisipasi siswa, (4) Tes, dan (5) Kegiatan lanjutan.[6]

2.      Metode dalam Teknologi Instruksional
Istilah metode berasal dan bahasa Yunani yaitu “metha” dan “hodos“, metha berarti melalui dan hodos berarti jalan atau cara.[7] Menurut Abudin Nata metode berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan.[8]
Sebagai seorang guru tidak bisa sembarangan atau sesuka hati memilih metode yang ia inginkan tapi harus berpedoman pada kondisi pembelajaran. Hal ini sesuai yang dikemukakan Syaiful Bahri Djamarah, bahwa banyak faktor sebagai penentuan metode adalah tujuan dengan berbagai jenis dan fungsinya, anak didik dengan berbagai keadaannya dan fasilitas dengan berbagai kualitas dan kuantitasnya.[9]
Metode intruksional bagian dari strategi intruksional. Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan oleh pengajar dalam memilih metode pengajaran agar tepat dan akurat, yaitu harus memperhatikan:[10]
a.       Tujuan intruksional
Penetapan tujuan intruksional merupakan syarat mutlak bagi guru dalam memilih metode yang akan digunakan dalam menyajikan materi pengajaran. Tujuan intruksional merupakan sasran yang hendak dicapai pada akhir pengajaran, serta kemampuan yang harus dimiliki siswa.
b.      Pengetahuan awal siswa
Pada awal atau sebelum guru masuk kelas memberi materi pengajaran kepada siswa, ada tugas yang tidak boleh dilupakan yaitu untuk mengetahui pengetahuan awal siswa, agar sewaktu memberi pengajaran. Dengan mengetahui pengetahuan awal siswa, guru dapat menyusun strategi memilih metode intruksional yang tepat pada siswa.
c.       Bidang studi atau pokok bahasan
Metode yang akan dipergunakan lebih berorentasi pada masing-masing ranah (kognitif, afeksi, psikomotorik) yang terdapat dalam pokok bahasan. Dengan demikian metode yang kita pergunakan tidak terlepas dari bentuk dan muatan materi dalam pokok bahasan yang disampaikan pada siswa.
d.      Alokasi waktu dan sarana penunjang
Waktu yang tersedia dalam pemberian materi pelajaran satu jam pelajaran, maka metode yang digunakan telah dirancang sebelumnya, termasuk didalamnya perangkat penunjang pembelajaran. Perangkat pembelajaran tersebut dapat digunakan oleh guru secara berulang-ulang.
e.       Jumlah siswa
Idealnya metode yang diterapkan dalam kelas melalui pertimbangan jumlah siswa yang hadir. Ukuran kelas menentukan keberhasilan terutama pengelolaan kelas dan penyampaian materi. Para ahli pendidikan berpendapat bahwa mutu pengajaran akan tercapai apabila mengurangi besarnya kelas.
f.       Pengalaman dan kewibawaan pengajar
Guru yang baik adalah guru yang berpengalaman dan dia harus berwibawa. Kewibawaan merupakan kelengkapan mutlak yang bersifat abstrak. Kewibawaan pada guru dibagi menjadi dua:
1)      Kewibawaan kasih sayang
2)      Kewibawaan jabatan
Sebagaimana yang telah diuraikan di atas bahwa metode intruksional merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu.[11] Berikut ini adalah metode yang memungkinkan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas, yaitu: metode ceramah, demonstrasi, tanya jawab, dan metode diskusi. Pemilihan metode pembelajaran agama harus melalui pertimbangan yang matang dengan melihat tujuan instruksional yang hendak dicapai.

D.  Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat pemakalah simpulkan sebagai berikut:
1.      Strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus yang memiliki beberapa aspek/unsur yang saling terpadu satu sama lain. Strategi pembelajaran dalam teknologi instruksional diaplikasikan dengan cara membuat perencanaan kegiatan pembelajaran, pelaksanaan desain instruksional dan melakukan evaluasi.
2.      Metode dalam sistem informasi merupakan bagian dari sistem kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu dalam mengaplikasikan metode pembelajaran harus memperhatikan: Tujuan intruksional, pengetahuan awal siswa, bidang studi atau pokok bahasan, alokasi waktu dan sarana penunjang, jumlah siswa, pengalaman dan kewibawaan pengajar

E.  Penutup
Demikian pembahasan makalah tentang strategi dan metode dalam teknologi instruksional yang dapat pamakalah sampaikan. Meskipun sederhana diharapkan mampu menambah pengetahuan bagi kita khususnya tentang strategi dan metode dalam teknologi instruksional.



DAFTAR PUSTAKA

Arief, Armai, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2002)
Bahri Djamarah, Syaiful,  Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000)
Basyiruddin Usman, M., Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Pers,  2002)
http://kembar-maswan.blogspot.com/2009/01/strategi-dan-metode-dalam-teknologi.html
http://zuhairistain.blogspot.com/2012/04/pemilihan-strategi-instruksional.html
Nata, Abudin, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 65
Poerwadarminta, S., Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1979) Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000)
Uzer Usman, Moh., Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2002)
Yamin, Martinis, Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2003)


[1]M. Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Pers,  2002), hlm. 19.
[2]Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2002), hlm. 4.
[3]W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1979), hlm. 964.
[4]Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000), hlm. 214.
[5] http://kembar-maswan.blogspot.com/2009/01/strategi-dan-metode-dalam-teknologi.html
[6] http://zuhairistain.blogspot.com/2012/04/pemilihan-strategi-instruksional.html
[7]Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 40.
[8]Abudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 65.
[9]Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000), hlm. 185.
[10]Martinis Yamin, Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2003), hlm. 59 – 64.
[11] Ibid, hlm. 64.

Tidak ada komentar: